<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>dimanapun kamu ditanam, berkembanglah</title>
<link>http://yankoer.multiply.com/</link>
<description>Yanuardi Syukur, orang tua asli maninjau sumatera barat. lahir di lampung, dibesarkan di tobelo maluku utara. SMP-SMU di Darunnajah, Jakarta. Kuliah di Unhas Makassar. Sekarang, di Jakarta meniti masa depan.</description>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 02:40:27 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 16 Jul 2008 06:40:13 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>dimanapun kamu ditanam, berkembanglah</title>
<url>http://images.yankoer.multiply.com/logo</url>
<link>http://yankoer.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Silnas FLP 2008</title>
<description>Silnas, Silaturrahim Nasional FLP di P4TK Jagakarsa, Jakarta, Jumat-Ahad, 11-13 Juli 2008.

Foto di bawah ini adalah beberapa mement yang sempat saya ambil. CD yang saya pegang itu adalah salah satu CD hasil karya rumah bacanya Ibu Yessi Gusman. Foto2 ini saya ambil dari laptop di acara Optimalisasi Taman Baca oleh Ibu Yessi Gusman, Wien Muldian dan Mbak Vita dari FE-UI.</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/84/Silnas_FLP_2008</guid>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 06:40:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MOSSAD Di Balik Setiap Konspirasi</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.yankoer.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHRB8woKCt8AAE7ZhCE1/Picture20029.jpg?et=XoGt0ZiHNziwEg6YGQQEcw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;MOSSAD, kedengarannya berat, seperti mendengarkan kata KOSTRAD. MOSSAD boleh dikata, saat ini adalah agen yang paling ampuh di dunia. Strateginya dipelajari oleh banyak kalangan, dan gerakannya sudah menjangkau banyak tempat.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;MOSSAD adalah intelijen punyanya Israel. Kalau suka nonton film action seperti BOURNE ULTIMATUM, kita akan dapat beberapa trik dalam intelijen. Begitu juga dalam film DA VINCI CODE, nuansa trik yang memperlihatkan seberapa cerdas kita, menjadi begitu penting. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Informasi tentang MOSSAD yang baru saja saya baca kali ini berasal dari karangannya HERRY NURDI. Nurdi adalah wartawan Majalah Islam Sabili. Esai-esainya yang ada ada di Sabili, tidak jauh berbeda gaya penulisannya dengan di buku ini. Gayanya mendeskripsikan suatu objek. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Dalam buku ini yang judul aslinya &#x22;MOSSAD: Behind Every Conspiracy&#x22; (Cakrawala Publishing: 2007) Nurdi menjalaskan beberapa peran dan aksi MOSSAD di dunia ini. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Peristiwa terbunuhnya Syekh AHMAD YASSIN di Palestina pada pagi hari, itu hasil...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/165/MOSSAD_Di_Balik_Setiap_Konspirasi</guid>
<pubDate>Wed, 9 Jul 2008 04:40:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Wawancara KTTI UI</title>
<description> &#x3C;a href=&#x22;http://yankoer.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHMMVwoKCt8AABwzPpo1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.yankoer.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHMMVwoKCt8AABwzPpo1/pps.jpg?et=vT9MJM4PlsnA8mpOxaKyKA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Tes hari kedua ujian masuk UI adalah wawancara. Untuk prodi Kajian Timur Tengah gelombang ke-2 diadakan setelah ujian tertulis, yakni Ahad 6 Juli 2008 di PPS UI Salemba. Saya berangkat jam 7 dari Srengseng Sawah, naik Kopaja 616 ke Pasar Minggu. Di Pasar Minggu, sebelum masuk stasiun, saya masukin di tas barang2 seperti HP dan dompet. Ini tidak biasanya. Saya jarang masukkan barang seperti itu di tas, cuma mungkin karena abis kecopetan pas naik kereta itu jadi memilih lebih hati-hati aja.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya turun di stasiun Cikini. Dari situ naek mobil ke Salemba. Di Gedung IASTH, sudah ada beberapa orang. Saya orang ke-8 kayaknya yang tiba. Selanjutnya berdatanganlah calon mahasiswa di situ. Ada yang kerja di BPPT, Kedubes Mesir, Deplu, AN TV dll. Jam 10an, kita masuk di ruangan. Bersama saya ada 20an orang; beberapa orang yang memilih Politik dan HI di Timteng, Islam dan Psikologi dan Masyarakat dan Budaya Timteng hanya seorang.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Oleh Pak Ramzi, kita diminta mengisi sebuah form. Isinya biodata sama ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/164/Wawancara_KTTI_UI</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jul 2008 06:37:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Beli 10 Buku</title>
<description>Seperti biasa kalo ke Jakarta saya beli buku di Kwitang. Kali ini sekitar 10 buku saya beli dengan harga yang murah-murah, dari 3000 rupiah sampe 15 ribu saja yang paling mahal. Di Gunung Agung banyak buku menarik yang mau saya beli seperti Evil No See, atau Benturan Antar Peradabannya Huntington. Pas tanya di emperan kwitang, ternyata buku begitu nggak ada.

Di kwitang banyak buku bekas, juga termasuk bajakan. La Tahzan edisi terbaru di Makassar harganya sama dengan di Jakarta, 80an ribu. Sedangkan di emperan kwitang harganya hanya 30 ribu. 

Laskar Pelangi yang asli di Makassar harganya 62 ribu, sedangkan di toko buku samping rel kereta UI Depok harganya 27 ribu dan di kwitang 32 ribu (belum ditawar).

Ke-10 buku yang saya beli kali ini temanya satu: Timur Tengah. Yang skr saya konsen baca bukunya Herry Nurdi, MOSSAD. Bukunya menarik, banyak info baru kita dapat di situ. Cuma sayangnya Nurdi nggak tulis referensinya darimana. Catatan kaki ada cuma kita tetap perlu daftar rujuka...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/83/Beli_10_Buku</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jul 2008 05:39:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ujian Hari Pertama</title>
<description>Soalnya standar, begitu kata salah seorang calon mahasiswa S2 UI. Standar, berarti gampang ya. &#x22;Standar sulitnya mas,&#x22; begitu kata dia. Saya hanya denger dua orang di belakang saya ngobrol pas selesai ujian TPA.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Nggak terlalu sulit kayaknya, begitu juga nggak terlalu gampang soalnya. Tapi khusus saya, saya juga nggak tau gimana hasilnya nanti. Di matematika dasar, saya bener2 kewalahan. Selain karena sudah lama nggak belajar matematika, juga kurang paham. Soalnya lumayan standar gitu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jawaban saya paling banyak di bagian pertama, soal analogi. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Setelah ujian TPA di lantai 2 Fak Hukum, saya turun cari tempat shalat. Di dekat mushalla ketemu lagi dengan mas Ari, sang asisten dosen. Dia ternyata mau nyari makan, sama dengan saya. Akhirnya kita ke kantin. Ayam gorengnya lumayan enak, tapi sebenarnya lebih berasa ayam goreng yang di stand dekat Balairung itu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Setelah TPA, kita ujian Bahasa Inggris. Soalnya nggak terlalu susah, kayaknya. Cuma jawabannya itu yang agak lumayan. Butuh konsentrasi ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/163/Ujian_Hari_Pertama</guid>
<pubDate>Sat, 5 Jul 2008 08:30:35 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ikutan Tes S2 UI</title>
<description>Foto2 waktu belajar TPA sama anisah di bawah pohon asam. 
foto laennya waktu belajar buat tes masuk.</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/82/Ikutan_Tes_S2_UI</guid>
<pubDate>Fri, 4 Jul 2008 04:13:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>HA MINES SATU : UI</title>
<description>           &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;Kuakan Menjagamu di Bangun dan Tidurmu&#x2026;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Letih masih mendera tubuh, tapi saya harus segera nomad. Tiba di Jakarta dini hari Rabu (2/06), saya numpang sama teman-teman pengurus BKPRMI Sulsel yang mau ikutan acara Festival Anak Shaleh (FASI) di Asrama Haji Pondok Gede. Di Priok, kita dijemput oleh salah seorang keponakannya Ust. Anis Matta, dan diberikan tempat di Jatiwaringin. Tiba jam 2 lewat nggak langsung tidur, minum teh, juga sambil nonton film Rambo IV yang sempat saya puter juga untuk refreshing penumpang kapal di Dek 5 KM. Lambelu. &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Dari Jatiwaringin, saya harus segera ke rumah paman di Jalan Muhammad Kahfi II Srengseng Sawah (dekatnya kampus ISTN). Dalam perjalanan pada sore yang letih itu bawa ransel dan sekoper baju, ada pemusik jalanan yang suaranya lumayan bagus. Tiba di depan Rumah Sakit Haji&#x2014;tempat dimana saya pernah menjalani medical check up dan minum obat selama setahun di kelas III T...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/162/HA_MINES_SATU_UI</guid>
<pubDate>Fri, 4 Jul 2008 03:51:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Anisah Satu Setengah Tahun</title>
<description>Ini adalah foto2nya Anisah pas berumur 1,5 tahun. 
Foto ini diambil waktu anisa ikut acara FLP di Unhas
sekalian foto2</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/80/Anisah_Satu_Setengah_Tahun</guid>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 11:42:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bergerak Cepat</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;Kita harus bergerak cepat karena ide, begitu juga momentum datang begitu cepat dan hilang dalam cepat. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Kita harus segera, siap selalu menangkap momentum di depan mata, siap mengendus dengan cermat bau-bau peluang untuk kita manfaatkan menjadi kesuksesan.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Peluang beasiswa, peluang lanjut kuliah, peluang usaha, peluang dakwah. Singkatnya, peluang apa saja yang datang, kita perlu cekatan untuk menangkapnya.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Mari, cekatan selalu dalam menangkap peluang dan momentum! Semoga kesuksesan selalu bersama kita. &#x3C;/p&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/161/Bergerak_Cepat</guid>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 08:53:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bedah Buku 2: Cupiderman 3G</title>
<description>Hadirilah...

untuk yang ada di Makassar terutama..

bedah buku CUPIDERMAN 3g
Karya S. Gegge Mappangewa 
(mantan ketua FLP Sulsel)

pemateri:
1. S Gegge Mappangewa
2. Nur Alim Jalil (pemred koran FAJAR Makassar)
3. Idham (redpel Koran kampus IDENTITAS Unhas)

moderator:
Yanuardi Syukur

Kamis, 18 Juni 2008
08.00-12.00 wita

LT 8 Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/47</guid>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 02:45:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jangan terlalu cinta jangan terlalu benci</title>
<description>&#x3C;p&#x3E;jangan terlalu cinta, begitu juga janganlah terlalu benci kepada orang. karena bisa saja orang yang kamu cintai malah suatu saat menjadi orang yang kamu benci, dan bisa saja orang yang benci saat ini menjadi orang yang kamu cintai esok hari.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Suatu waktu saya begitu simpatik kepada seseorang. Dia baik, suka membantu. Semua manusia pasti suka kepada akhlak seperti. namun semua itu kemudian menjadi buyar manakala ada sikapnya yang sangat kurang tepat. Ketika masalah datang kepadanya, dia malah lari masalah-masalah itu. &#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Setidaknya itu yang dirasakan oleh saya dan beberapa kawan. Teman kita itu baik pada dasarnya, namun dia begitu rapuh ketika dihadapi oleh masalah, apalagi dengan masalah uang. dia paling tidak tahan melihat banyak uang. dia pernah memakai uang orang lain yang sedianya akan diputar menjadi usaha yang bermanfaat bersama sebuah bank syariah.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Tapi, saya begitu simpatik kepadanya. karena dia baik, suka membantu. namun ketika datang kebiasaan masa lalunya, hmm dia menjadi sosok...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/160/Jangan_terlalu_cinta_jangan_terlalu_benci</guid>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 12:54:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Kekuatan Jiwa Nabi Yusuf</title>
<description>  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;Belajar Dari Kekuatan Jiwa Nabi Yusuf&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; &#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; &#x22;&#x3E;Kisah Nabi Yusuf adalah kisah yang menarik, terdapat di dalam Al-Qur&#x2019;an dan selalu relevan pada setiap masa. Membaca kisah beliau dalam Al-Qur&#x2019;an membawa kita untuk selalu berkaca pada sejarah masa silam, masa kini, bahkan fakta yang akan muncul di masa depan. Iri hati, konspirasi, intrik, cobaan, godaan wanita cantik, kekuasaan, bahkan sirkulasi kepemimpinan adalah bagian yang telah dilewati dengan baik olehnya, dan tema-tema ini selalu akan muncul di setiap detak perputaran jaman. &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; &#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Kisah Nabi Yusuf diabadikan Allah dalam sebuah surat yang diambil dari nama beliau yaitu &#x201C;Surat Yusuf&#x201D; yang terdiri 111 ayat. Kisah Yusuf bermula dari sebuah mimpi yang ia katakan kepada ayahnya (Nabi Ya&#x2019;kub). Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam &#x26;nbsp;surat Yusuf&#x26;nbsp; ayat 4, &#x3C;i&#x3E;&#x201C;(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya,&#x201D;Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi meliha...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/159/Belajar_dari_Kekuatan_Jiwa_Nabi_Yusuf</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 08:35:16 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Panduan Aktif Peserta Silnas FLP 2008</title>
<description>&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 10pt; TEXT-ALIGN: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;Panduan Aktif Peserta Silnas&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 10pt; TEXT-ALIGN: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;Oleh Yanuardi Syukur&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 10pt; TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify; &#x22;&#x3E;Silaturahmi Nasional (Silnas) FLP 2008 adalah pertemuan nasional aktivis FLP se-Indonesia (dan perwakilan mancanegara) yang kedua kalinya. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2002 di Kuningan Jakarta. Saat itu selain hadir perwakilan dari dalam dan luar negeri.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 10pt; TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify; &#x22;&#x3E;Silnas adalah momentum yang sangat bagus untuk dimanfaatkan membangun relasi, mencari informasi penerbit, promosi karya, bahkan sekedar untuk kenal-kenalan dengan sesama FLP&#x2019;ers. Pada 2002, saya melihat antusiasme yang sangat dari peserta. Buku catatan yang dibagikan oleh panitia banyak digunakan untuk mencatat nama kenalan, meminta kata-kata motivasi menulis dari penulis yang sudah duluan tenar dan seterusnya.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 10pt; TEXT-INDENT: 36pt; TEXT-ALIGN: justify; &#x22;&#x3E;Sangat disayangkan moment Silnas ini kalau tidak dimanfaatkan dengan baik (terutama untuk perwakilan FLP di daerah yang jarang-jarang ke Jakarta). Lantas, bagaimana cara menjadi peserta yang aktif di acara ini? Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk tidak melewatk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/158/Panduan_Aktif_Peserta_Silnas_FLP_2008</guid>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:55:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jangan Lalai dengan Harta dan Anak</title>
<description>Jangan Lalai dengan Harta dan Anak
Tafsir Tematik Surat Al-Mu&#x2019;minun 55-61

Oleh Ust. Muhammad Iqbal Coing, al-hafidz

&#x201C;[23.55] Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), [23.56] Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. [23.57] Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, [23.58] Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, [23.59] Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), [23.60] Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, [23.61] mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.&#x201D;

Pelajaran yang bisa dipetik :
1.	Ada dua macam cara tafsir yang biasa digunakan para ulama: tahlili (berkelanjutan sa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/46</guid>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 03:18:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Padamara</title>
<description>Padamara</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/links/item/26/Padamara</guid>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:31:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ikut-Ikutan</title>
<description>Waktu masih baru-barunya La Tahzan, banyak yang serasa kuper kalo tidak membacanya. Waktu Ayat-Ayat Cinta booming banyak jg yang merasa kurang gaul kalo belum punya, minimal pernah lihat bukunya. Pas ada Laskar Pelangi, orang-orang juga penasaran dan sepertinya tidak gaul rasanya kalau tidak membaca buku itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kita menjadi ikut-ikutan oleh karena media membuat seperti itu. Dalam kaver buku kita lihat, latar sang penulis dibesar-besarkan, tentu saja itu lumrah untuk menggaet pasar. Tapi sikap kita yang ikut-ikutan perlu menjadi perhatian. Jangan sampai kita membaca sebuah karya karena kita merasa malu karena temen kita sudah baca.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mungkin ada baiknya, kita cari bacaan yang paling kita suka, temanya pas dengan jiwa kita. Setelah itu kita apresiasi, kalau perlu kita buatkan resensi atau tulisan tentang buku itu. Itu agar bacaan kita juga tidak sia-sia. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ikut-ikutan tertarik itu ada baiknya, sebenarnya, namun tertarik karena merasa tidak gaul atau kurang trendy juga kurang pas bagi seorang pem...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/157/Ikut-Ikutan</guid>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:54:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Memilih Bacaan</title>
<description>Banyak sekali buku bertebaran di toko buku. Saat lagi baca, tiba-tiba kita melihat buku lain, kita tertarik, dan rasa-rasanya kita ingin membeli atau membaca semua buku yang menarik di situ!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Banyak membaca itu bagus, dan sangat dianjurkan memang, namun untuk mencapai satu fokus tertentu--misalkan target deadline tulisan/buku--kita perlu fokuskan pada bacaan yang relevan saja dengan tema yang mau kita garap.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Untuk fokus menulis, baiknya kita batasi pada hal-hal yang pas dengan tujuan tulisan kita. Itu agar nantinya tulisan kita tidak kemana-mana larinya, fokus ke satu tujuan!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/156/Memilih_Bacaan</guid>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 07:32:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>7 Manfaat Blog Bagi Penulis</title>
<description>7 MANFAAT BLOG BAGI PENULIS    
Seri Artikel Blogging &#x26; Publishing

Belakangan ini, saya lumayan gencar mendorong sahabat-sahabat penulis maupun siapa saja yang sedang belajar mengembangkan kemampuan menulis untuk membuat weblog atau blog. Saking bersemangatnya, sampai ada rekan yang berseloroh, &#x201C;Wah, bikin blog-nya aja belum genap sebulan. Tapi, cara ngomporinnya udah semangat 45!&#x201D; Diledek begini saya langsung ngeles (berkilah), &#x201C;Lho, nge-blog-nya di Ezonwriting.wordpress.com boleh baru. Tapi, nulis di media media online kan udah dari dulu?&#x201D; Dan, rekan ini cuma bilang, &#x201C;Ya, whatever-lah...!&#x201D;

Kali ini, saya ingin menekankan kembali betapa media blog ini punya banyak manfaat bagi penulis, atau siapa saja yang sedang belajar menulis. Bagi saya, blog sebenarnya punya karakteristik yang hampir sama dengan website biasa seperti Pembelajar.com atau beragam website lainnya. Bedanya hanya sedikit, yaitu pada kemudahan pembuatannya, pengelolaannya, template yang tersedia, serta sifat grat...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/45</guid>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 04:12:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Membangun Karakter </title>
<description>04 Maret 2008 - 07:23   (Diposting oleh: Editor)
MEMBANGUN KARAKTER

Disiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang. Sebab karakter mengandung pengertian: (1) Suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif; (2) Reputasi seseorang; dan (3) Seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.

Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin kharakter, kharassein, dan kharax, yang maknanya &#x201C;tools for marking&#x201D;, &#x201C;to engrave&#x201D;, dan &#x201C;pointed stake&#x201D;. Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character b...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/44</guid>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 04:08:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Gregorius Agung: Saya Yakin Seratus Persen Bisa Hidup dari Menulis</title>
<description>Gregorius Agung: Saya Yakin Seratus Persen Bisa Hidup dari Menulis

Anak muda yang satu ini bisa dibilang merupakan contoh sukses di bidang penulisan. Fokus dalam penulisan buku-buku komputer menjadikan Gregorius Agung seorang penulis buku komputer terkemuka di Tanah Air. Bukan itu saja, ia bahkan mampu mendirikan Jubilee Enterprise, sebuah perusahaan media content provider yang memasok penerbit dengan naskah-naskah buku komputer terbaru. Tak kurang dari 12 karyawan/penulis dipekerjakannya di bisnis tersebut. Dan, dalam kurun tiga bulan terakhir (Mei-Agustus 2007) tak kurang dari 40 judul buku telah ditulis untuk penerbit buku.

Di saat banyak penulis jatuh pesimis dengan dunia penulisan dan penerbitan&#x2014;yang antara lain ditandai dengan &#x201C;keyakinan&#x201D; bahwa mustahil penulis bisa hidup dari hanya menulis, Gregorius Agung maju dengan bantahan yang konkrit. Greg, demikian nama panggilannya, justru mampu menjadikan dunia tulis-menulis sebagai sebuah industri yang benar-benar menguntungkan. ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/43</guid>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 04:04:42 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Diskusi Menulis UMI</title>
<description>Diskusi menulis sekaligus peluncuran FLP UMI bersama S Gegge Mappangewa, saya dan Solikhin Abu Izzuddin penulis Zero to Hero.</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/79/Diskusi_Menulis_UMI</guid>
<pubDate>Tue, 6 May 2008 06:32:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Penulis Zero to Hero di Makassar</title>
<description>Di Makassar, Solikhin Abu Izzuddin bawa materi di diskusi kepenulisan UMI, kemudian bedah bukunya di Keperawatan UMI dan diskusi juga di kampus Pesantren Darul Istiqamah.

Buku Zero to Hero ditulis olehnya saat sakit. Jadi, waktu sakit beliau dengar nasyid Demi Masa-nya Raihan. Beliau kemudian terpikir untuk buat buku, akhirnya jadilah Zero to Hero. Buku ini kini telah masuk cetakan ke-10, best seller.</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/photos/album/78/Penulis_Zero_to_Hero_di_Makassar</guid>
<pubDate>Tue, 6 May 2008 04:53:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Semakin Berat</title>
<description>Semakin hari, semakin berat terasa. &#x3C;br&#x3E;Kita berjalan, dan terus berjalan dalam ruangan yang kita buat sendiri.&#x3C;br&#x3E;Kita merasa itulah yang terbaik, tapi tampaknya itu masih belum yang terbaik di mata kebaikan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Semakin hari, semakin berat hati kita bawa.&#x3C;br&#x3E;Kita membawanya, berlari, menyusuri setapak demi setapak hanya untuk menemukan dimanakah kesejatian berada.&#x3C;br&#x3E;Kita pun hanya terbentur pada dua konsekuensi logis:&#x3C;br&#x3E;terus melangkah atau berhenti sejenak&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Semakin hari, godaan, cobaan selalu datang melanda.&#x3C;br&#x3E;Saat kita punya keinginan yang teramat sangat untuk melangkah, memperbaharui sesuatu yang ada, kita pun digoda oleh masa lalu untuk kembali ke sana. Padahal kita telah bertekad untuk melangkah, melangkah dan melaju terus, tidak melihat kebelakang&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Nuh, engkaulah nabi yang berani. Ibrahim, engkaulah nabi yang berani berkata benar. &#x3C;br&#x3E;Adakah aku bisa sepertimu?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Semakin hari, semakin berat amanah ini kita rasa. Kita pun seperti mau memutuskan untuk berhenti, tapi sejarah selalu memperingatkan kepada kita untuk te...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/155/Semakin_Berat</guid>
<pubDate>Fri, 2 May 2008 13:25:46 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Puteri Kedua</title>
<description>Saat kita berada di situasi yang boleh dikata &#x22;kritis&#x22; biasanya ada perasaan tertentu yang begitu kuat, dan benar.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sepulang Isya di masjid, saya berjalan. Di luar bintang bertaburan--baru kali ini saya melihat indahnya bintang dalam beberapa minggu terakhir. Berjalan, kemudian tak jauh dari saya ada sebuah benda jatuh. Saya menoleh ke belakang, ternyata sebuah kelapa kecil, hijau, bagus, yang jatuh. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya berpikir, apa maksudnya ya?&#x3C;br&#x3E;Saya bawa kelapa kecil itu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kurang lebih sejam sebelum itu, saya baca Qur&#x27;an di rumah bakda Maghrib, dan saya sampai di surat Al-Isra yang salah satu ayatnya menceritakan tentang &#x22;wabil waalidaini ihsaana&#x22; (dan kepada kedua orang tuamu, berbuat baiklah). Ayat yang menceritakan bahwa kita harus berani memiliki anak, jangan takut tidak bisa memberikan mereka makan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menuju rumah, di depan rumah saya letakkan kelapa kecil itu--kecilnya seperti huruf O jika ujung Jempol dan Telunjuk disatukan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tak berapa lama kemudian istri saya merasakan bahwa lama kelamaan bebera...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/154/Puteri_Kedua</guid>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:59:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Yang Tersisa Dari Pak Jabbar</title>
<description> &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Saya tidak tahu kapan akan bertemu dia lagi karena dia kini telah tiada. &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Dia bukan dari golongan orang terkenal, bukan juga dari yang berada, tapi setidaknya dia punya kepedulian yang besar &#x22;menghantarkan&#x22; orang lain menuju gerbang surga.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Kami mengenal namanya dengan Pak Jabbar. Dia asli Flores, Nusa Tenggara Timur. Awalnya, dia adalah seorang Kristen, kemudian masuk Islam dan berhijrah ke tanah Makassar. Orang-orang NTT juga NTB rupanya cukup banyak yang tinggal di Makassar. Menurut sejarah, kerajaan Makassar dulu pernah sampai menjangkau ke Nusa Tenggara Barat.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; Saya baru saja mengenal Pak Jabbar. Tapi pengenalan lebih jauh saya dapatkan setelah menghadiri pemakaman KH. Ahmad Marzuki Hasan di dalam komplek Pesantren Darul Istiqamah. Kita ngobrol lebih dari sejam dalam keadaan berdiri dan duduk. Dia cukup...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/journal/item/153/Yang_Tersisa_Dari_Pak_Jabbar</guid>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 05:20:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>&#x27;Danish Editor burnt alive&#x27;</title>
<description>&#x27;Danish Editor burnt alive&#x27;

The editor of the Danish newspaper &#x2018;Jyllands Posten&#x2019; was burnt to death when a fire mysteriously broke out in his bedroom, a Saudi newspaper claims.
According to the newspaper, the editor was sleeping in his bedroom when the fire ravaged his bedroom. He and his newspaper became controversial when it had published blasphemous caricatures of Prophet Muhammad (PBUH). 

The paper claims that the Danish govt is trying to cover up the news of the death. He was hit by divine retribution, the paper added. Muslims, all over the world, strongly denounced this blasphemous act and massive protests were held in all Muslim countries including Pakistan. Text messages and emails that claim that the editor or the cartoonist has been burnt alive have also been circulating since Tuesday, lending support to this report. The paper named the editor as Elliot Back. 

However, Back is merely a senior in Computer Science at Cornell University, who had published the caricatur...</description>
<guid isPermaLink="true">http://yankoer.multiply.com/reviews/item/42</guid>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 10:02:59 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>