Saat kita berada di situasi yang boleh dikata "kritis" biasanya ada perasaan tertentu yang begitu kuat, dan benar.
Sepulang Isya di masjid, saya berjalan. Di luar bintang bertaburan--baru kali ini saya melihat indahnya bintang dalam beberapa minggu terakhir. Berjalan, kemudian tak jauh dari saya ada sebuah benda jatuh. Saya menoleh ke belakang, ternyata sebuah kelapa kecil, hijau, bagus, yang jatuh.
Saya berpikir, apa maksudnya ya? Saya bawa kelapa kecil itu.
Kurang lebih sejam sebelum itu, saya baca Qur'an di rumah bakda Maghrib, dan saya sampai di surat Al-Isra yang salah satu ayatnya menceritakan tentang "wabil waalidaini ihsaana" (dan kepada kedua orang tuamu, berbuat baiklah). Ayat yang menceritakan bahwa kita harus berani memiliki anak, jangan takut tidak bisa memberikan mereka makan.
Menuju rumah, di depan rumah saya letakkan kelapa kecil itu--kecilnya seperti huruf O jika ujung Jempol dan Telunjuk disatukan.
Tak berapa lama kemudian istri saya merasakan bahwa lama kelamaan beberapa bagian tubuhnya sakit. (Mungkin mau melahirkan, kata saya)
Akhirnya ke Rumah Bersalin, jam 10.30. Pada jam 12.08, alhamdulillah anak kami lahir. Perempuan. Anak kedua. Yang pertama, perempuan juga setahun 6 bulan lalu.
.....
Pada saat "kritis" biasanya kekuatan perasaan kita begitu kuat. Kita merasakan sesuatu yang tidak biasanya. Gabungan dari ayat Al-Qur'an yang kita baca, ditambah dengan kondisi alam yang melingkupi serta perasaan-perasaan kita menandakan sebuah kejadian akan terjadi.
hmmmmmmm... speachless jadinya........ this is the real u? tidak sama dengan yang saya kenal kemarin..... apa semua manusia punya dua muka.......... but i like u in this face muka asli.... wassalam
"Selamat....semoga menjadi anak salehah. Salah satu investasi terbesar untuk menghadapi hari esok adalah anak saleh. Investasi yang satu ini tidak akan pernah mengalami kerugian, bahkan keuntungannya akan terus mengalir. Sekali lagi selamat....salam buat ikhwah di sana."